Otomotif - Suzuki Igni
s adalah jenis mobil yang diluncurkan di kuartal pertama tahun 2017. Mobil ini diklaim pabrikannya memiliki keunggulan dalam konsumsi bahan bakar yang yang cukup irit. Duapuluhtiga (23) km per liter adalah rekor yang dicetak oleh Suzuki Ignis yang bersatatus CBU India.
Via siaran pers yang dirilis oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pasca Ignis resmi dijual di pasaran, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim bahwa Ignis bertransmisi manual bisa lebih irit.
“Konsumsi bahan bakar Suzuki Ignis mencapai 23,64 km/liter untuk yang transmisi Manual dan 23,44 km/liter untuk transmisi AGS (otomatik),” tulis PT SIS.
Hasil pengujian yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan pelaksananya (BPPT) Balai Teknologi Termodinamika, Motor dan Propulsi (BT2MP). Menjadi acuan Suzuki dalam perhitungan konsumsi bahan bakar
Suzuki Ignis bila dilihat dari sisi harga masih tergolong kompetitif. Mobil dengan LCGC ini dilengkapi mesin berkode K12M yang dikonfigurasi empat silinder segaris. Sumber tenaga yang berkubikasi 1.197 cc itu didukung teknologi klep Variable Valve Timing (VVT) dan juga DOHC.
“Mesin ringan bermaterial alumunium ini menghadirkan mesin 83 PS pada 6.000 rpm dan kekuatan torsi mencapai 113 Nm pada 4.200 rpm. Performa mesin dikerahkan ke sistem penggerak roda depan,” sambung siaran pers PT SIS.
Pertanyaanya, apakah klaim bahwa konsumsi BBM Ignis diatas benar adanya? Akurat ataupun sebaliknya, akan terjawab bila Anda telah mengetesnya sesuai standar begitu unit tesnya tersedia. Cukup ditebus dengan Rp 145 Jutaan Anda akan segera dapat menguji dan menemukan jawabnya. Demikianlah artikel tentang
Terungkap! Inilah Harga Termurah suzuki ignis Untuk Wilayah Semarang dan Jogja (Rp 145 Jutaan), semoga bermanfaat.
BACA JUGA: Mana yang lebih baik : BPJS Kesehatan atau Asuransi Kesehatan?
Jaminan
kesehatan sangat diperlukan untuk menjamin ketika anda sedang sakit.
Adanya jaminan kesehatan ini tentunya akan memudahkan ketika anda sedang
terkena musibah dan kemudian akan pergi ke rumah sakit, karena anda tak
perlu memikirkan biaya yang akan dikeluarkan.
Baru-baru
ini pemerintah mengeluarkan jaminan kesehatan yang digunakan untuk
pelayanan bagi masyarakat untuk berbagai kalangan. BPJS atau Badan
Penyelenggaraan Jaminan Sosial ini merupakan program asuransi yang
dikeluarkan pemerintah untuk membantu masyarakat dalam jaminan kesehatan
ketika mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Munculnya
BPJS ini menjadi jalan lain dari pilihan asuransi kesehatan swasta.
Namun meskipun begitu banyak juga yang memilih keduanya sebagai jaminan
kesehatan. Namun diantara BPJS maupun asuransi kesehatan swasta tentunya
memiliki beberapa perbedaan, entah dari segi pelayanan maupun lainnya.
Dan tentunya masing-masing diantara keduanya memiliki keunggulan dan
kekurangan.
Agar anda mudah dalam membandingkan keunggulan
dan kekurangan dari BPJS dan asuransi kesehatan swasta, berikut ini 9
perbedaan yang mendasar dari keduanya:
1.Pelayanan
Dari segi pelayanan BPJS dan asuransi kesehatan
swasta tentunya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Dimana pada BPJS
mempunyai layanan yang sulit. Sistem yang diterapkan adalah sistem
jenjang.
Maksudnya,
ketika anda sedang sakit maka pada tahap awal anda harus menggunakan
fasilitas kesehatan I terlebih dahulu, dan kemudian setelah anda
mendapatkan rujukan maka tahap selanjutnya anda bisa mendapatkan
fasilitas kesehatan II, dimana anda akan dirujuk ke rumah sakit yang
menjadi mitra dari BPJS.
Kekurangan dari BPJS ini
terletak dari segi pelayanannya yang sulit dan lambat, karena anda akan
mengalami antrian panjang ketika akan memperoleh pelayanan jika
menggunakan BPJS. Belum lagi rumah sakit yang menjadi mitra BPJS masih
sangat sedikit dibandingkan dengan asuransi kesehatan swasta.
Sedangkan
pada asuransi kesehatan swasta, pelayanan yang akan diberikan sangat
cepat, karena bila anda sakit maka bisa langsung datang ke rumah sakit
yang menjadi mitra asuransi kesehatan swasta ini. Apalagi hampir semua
rumah sakit bisa menerima asuransi kesehatan swasta yang anda miliki.
2.Besaran Premi
Dari
segi besarnya premi, BPJS bisa terbilang cukup murah dan terjangkau.
Karena bila anda seorang pekerja, iuran bisa ditanggung oleh perusahaan.
Sedangkan untuk fakir miskin iuran ditanggung oleh pemerintah secara
penuh.
Sementara
itu, untuk seorang pekerja non formal misalnya pedagang, freelancer,
atau penangguran, iuran BPJS hanya membayar minimal Rp. 25.500 per bulan
untuk mendapatkan perawatan kelas III pada rumah sakit. Namun, apabila
anda telat membayar per bulannya maka akan dikenakan denda sebesar 2
persen dari total iuran. Untuk besaran premi yang diberikan kepada BPJS
ini tidak ada perbedaan dari segi jenis kelamin, usia, maupun kebiasaan
seperti merokok pada anggota BPJS.
Sedangkan
pada asuransi kesehatan swasta bisa dibilang cukup mahal dan sulit
untuk dijangkau, karena iuran yang diberikan kepada asuransi kesehatan
swasta ini bisa mencapai ratusan ribu per bulan, tergantung jenis
asuransi kesehatan yang anda pilih. Untuk jangka pembayaran premi, bisa
dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan ataupun 1 tahun.
Pada
pembayaran premi asuransi kesehatan swasta ini memiliki perbedaan dari
faktor usia, jenis kelamin dan kebiasaan. Karena jika umurnya semakin
tua maka pembayaran premi akan semakin mahal, dan apabila seorang
anggota asuransi kesehatan swasta memiliki kebiasaan merokok maka premi
yang dibayarkan pun semakin mahal. Pada jenis kelamin pun antara
laki-laki dan perempuan memiliki pembayaran premi yang berbeda.
3.Asuransi Jiwa
Dalam hal asuransi jiwa, antara BPJS dan asuransi
kesehatan swasta memiliki perbedaan yang sangat jauh. Karena pada BPJS
tidak ada asuransi jiwa sama sekali. Sehingga apabila seorang yang
memiliki BPJS meninggal atau lainnya tidak akan menerima dana sama
sekali.
Sedangkan dalam asuransi kesehatan swasta
tentunya memiliki program asuransi jiwa, sehingga bila peserta dari
asuransi kesehatan swasta ini meninggal maka ahli warisnya akan menerima
dana kesehatan dari BPJS.
4.Batas Wilayah
Cakupan wilayah yang dimiliki BPJS dan asuransi
kesehatan swasta tentunya akan sangat berbeda, dari segi ini BPJS kalah
saing. Karena dalam BPJS cakupan wilayahnya hanya dalam negeri saja atau
hanya bisa digunakan di Indonesia saja, sehingga bila anda harus
dirawat hingga keluar negeri maka anda harus mengeluarkan biaya sendiri.
Sedangkan
pada asuransi kesehatan swasta cakupannya sangat jauh, karena bila anda
harus dirawat ke rumah sakit luar negri, anda bisa menggunakan asuransi
kesehatan swasta yang anda miliki.
5.Pilihan Rumah Sakit
Dalam
hal pilihan rumah sakit, asuransi kesehatan swasta bisa dibilang cukup
unggul. Karena pada BPJS anda hanya bisa memperoleh layanan rumah sakit
yang dipilih oleh BPJS. Namun jika anda tak suka dengan pilihan rumah
sakit yang dipilih oleh BPJS anda bisa merubah rumah sakit yang menjadi
rujukan, namun anda harus menunggu hingga 3 bulan, dan tentunya ini
merupakan waktu yang cukup lama.
Bahkan perlu anda
ketahui, hal ini juga akan berlaku jika anda berada di luar kota, namun
disini anda bisa memperoleh keringanan, dan tentunya harus dengan
pertimbangan, yaitu jika sakit yang di derita dalam keadaan darurat.
Yang dimaksud dengan darurat disini tentunya menurut definisi BPJS
sendiri.
Sedangkan dalam asuransi kesehatan swasta,
rumah sakit yang dipilih bisa dengan sesusai keinginan sendiri, dan
segala biaya yang dikeluarkan akan ditanggung oleh asuransi kesehatan
swasta meskipun rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan asuransi
kesehatan swasta.
6.Double Klaim
Dalam
segi double klaim pun BPJS harus kalah saing dengan asuransi kesehatan
swasta. Karena pada BPJS tidak dapat melakukan double claim, sehingga
jika anda sakit dan dibayar oleh asuransi kantor maka anda tidak bisa
melakukan double claim ke BPJS. Karena BPJS hanya menerima claim dari
fasilitas kesehatan langsung dan tidak menerima claim dari perorangan.
Sedangkan
pada asuransi kesehatan swasta, anda bisa melakukan double clame dari
perusahaan. Karena pada asuransi kesehatan swasta anda bisa membayar
dengan asuransi kantor bila anda sakit, dan ini sesuai dengan manfaat
asuransi yang diambil anda.
7.Plafon
Dari segi plafon, BPJS bisa dibilang sedikit unggul
dibandingkan dengan asuransi kesehatan swasta. Karena BPJ tidak memiliki
batasan plafon, sehingga segala biaya yang dikeluarkan oleh serta akan
ditanggung oleh BPJS, dan peserta hanya harus mengikuti prosedur yang
berlaku sesuai dengan iuran yang anda bayarkan.
Pada
BPJS ini, segala biaya akan ditanggung oleh BPJS hingga anda benar-benar
sembuh. Namun jika anda akan dipindah pada ruang rawat ke kelas yang
lebih tinggi atau membeli obat yang tidak ditanggung oleh PJS, tentunya
pihak rumah sakit akan meminta biaya tambahan sendiri.
8.Segi Manfaat
Dari segi manfaat, bisa dibilang bahwa
BPJS lebih unggul dari asuransi kesehatan swasta. Karena pada BPJS ini
memiliki fasilitas yang lengkap, dimana pada BPJS memiliki layanan
selain rawat inap berupa rawat jalan, optik, gigi dan kehamilan.
Bahkan
pada BPJS ini juga bisa melayani promotif dan preventis seperti
penyuluhan, imunisasi dan keluarga berencana. Selain itu, manfaat non
medis juga bisa diberikan pada BPJS ini, seperti ambulan.
Sedangkan
pada asuransi kesehatan swasta memiliki layanan berupa rawat inap
kamar, operasi, ambulan, jaminan kematian, kunjungan dokter dan
aktivitas lainnya yang berhubungan dengan perawatan pasien di rumah
sakit. Pada asuransi kesehatan swasta juga menawarkan rawat jalan
setelah dirawat inap, karena ini sudah merupakan satu paket dalam rawat
inap.
Namun jika anda ingin melakukan rawat jalan maka
anda harus membayar sejumlah remi lagi yang cukup mahal. Apalagi pada
asuransi kesehatan swasta juga tidak memberikan layanan fasilitas berupa
optik, gigi dan kehamilan.
9.Penyakit Bawaan
Pada
pemeriksaan penyakit bawaan, bisa dibilang PBJS lebih unggul
dibandingkan dengan asuransi kesehatan swasta, karena pada BPJS tidak
ada program medical check up ketika akan dirujuk ke rumah sakit, karena
peserta hanya harus melengkapi formulir yang telah disediakan. Sehingga
pada BPJS ini segala penyakit dapat dirawat dan biaya akan ditanggung
oleh BPJS baik itu penyakit bawaan maupun penyakit baru.
Sedangkan
pada asuransi kesehatan swasta, terdapat program medical check up untuk
mengecek apakah peserta asuransi kesehatan swasta memiliki penyakit
bawaan atau tidak sebelum dirawat di rumah sakit. Pengecekan penyakit
bawaan ini meliputi penyakit jantung, penyakit gula dan penyakit lainnya
yang merupakan penyakit bawaan.
Sehingga apabila
peserta asuransi kesehatan swasta kedapatan memiliki penyakit bawaan
ketika akan dirawat pada rumah sakit maka biaya tidak akan ditanggung
oleh asuransi kesehatan swasta.
Namun meskipun begitu
ada juga asuransi kesehatan swasta yang menerima penyakit bawaan, dan
tentunya ini harus dengan syarat yaitu peserta asuransi kesehatan swasta
sudah menjadi anggota selama 2 tahun. Artinya claim untuk penyakit
bawaan ini bisa dibayarkan setelah dua tahun.
Dari
beberapa perbedaan yang mendasar antara BPJS dan asuransi kesehatan
swasta ini tentunya masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan yang
keduanya saling melengkapi. Dari segi layanan asuransi kesehatan swasta
lebih unggul namun dari segi premi BPJS yang lebih unggul.
Dari
segi manfaat BPJS lebih unggul, namun dari segi double claime asuransi
kesehatan swasta lebih unggul. Dari segi pilihan rumah sakit, batas
wilayah, asuransi jiwa asuransi kesehatan swasta lebih unggul. Namun
pada segi plafon dan penyakit bawaan BPJS lebih unggul.
Sebenarnya
keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan yang saling melengkapi,
sehingga tak heran bila sebagian orang memilih untuk menggunakan
keduanya untuk jaminan kesehatan. Namun meskipun saling melengkapi,
keduanya tentunya sangat berbeda jauh, bila anda ingin dengan layanan
yang cepat maka pilihlah asuransi kesehatan swasta dan tentunya biaya
iuran akan sangat mahal.
Namun tak bisa di pungkiri
bila dalam hal manfaat BPJS memiliki ragam manfaat yang akan memudahkan
ketika anda sakit, karena fasilitas yang akan diberikan sangat lengkap,
namun tentunya anda harus siap dengan antrian panjang pada BPJS serta
anda juga harus siap dengan pilihan rumah sakit yang dirujuk oleh BPJS.
Karena
keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tentunya anda bisa memilih
salah satunya jika anda tidak bisa memiliki keduanya. Pemilihan yang
akan dilakukan oleh anda tentunya harus disesuaikan dengan keadaan atau
kebutuhan yang anda miliki.